Archive

Archive for the ‘Sains n Techno’ Category

Wall Street Journal Luncurkan Situs Jejaring Sosial

17 September 2008 Leave a comment

NEW YORK – Situs jejaring sosial makin banyak bermunculan dengan bermacam-macam karakteristik. Kali ini Wall Street Journal (WSJ) meminjam elemen yang serupa seperti yang ada di situs pertemanan nomor wahid dunia, Facebook, untuk menaikkan jumlah pengunjung.

WSJ.com, salah satu dari sekian banyak situs berita yang kebanyakan tampilan halamannya dibatasi hanya untuk pelanggan berbayar, mengubah tampilan situs mereka untuk Read more…

Categories: Sains n Techno

Netbook Pertama Berprosesor Atom N270

17 July 2008 Leave a comment

Editor : Armen

Netbook Pertama Berprosesor Atom N270

Acer rupanya tak mau ketinggalan mencicipi pasar netbook, satu segmen baru untuk pasar notebook. Pekan lalu vendor asal Taiwan ini meluncurkan Acer Aspire One. Sesuai dengan kategorinya, ia lebih ditekankan pada fungsi mobile internet. Wajar bila peranti konektivitas cukup lengkap.

Aspire One merupakan produk yang dirancang untuk segmen anak dan remaja dan bekerja dengan prosesor Intel Atom N270. Masuknya Aspire One ke pasar notebook dengan kemampuan terbatas, tak urung memanaskan kompetisi di segmen ini. Netbook ini memiliki layar LCD 8.9 inci dengan resolusi 1024X600 piksel. Cukup memadai untuk menikmati tampilan multimedia.

Bekerja dengan sistem operasi Linpus Linux Lite, ia mendukung layanan berbasis internet seperti chat, email, surf, play dan share. Webcam Acer Crystal Eye terintegrasi memberi keleluasaan penggunanya menikmati video streaming secara langsung (live), video chats atau panggilan konferensi.

Dari Linpus Linux Lite, Acer mengembangkan peranti lunak sederhana One Mail. Peranti lunak ini memungkinkan penggunanya melakukan pengendalian terhadap enam akun imel yang berbeda dalam satu window. Atau cukup dengan satu single sign in untuk semua email. Sementara itu, program Messenger dapat mengontrol account pesan yang paling populer/ paling sering digunakan secara instan.

Aspire One tersedia dalam dua pilihan memori RAM, yakni 512 MB dan 1 GB. Untuk penyimpanan data, terdapat pilihan NandFlash Module berkapitas 8GB atau eksternal hard disk. Netbook ini juga menawarkan solusi penyimpanan data untuk penyimpan yang terbatas. Acer membenamkan peranti lunak Smart File Manager untuk memudahkan pengelolaan file, termasuk perluasan kapasitas penyimpnanan data menggunakan SD Card.

Multiin 1 Card Reader pada netbook ini mendukung aneka peranti penyimpan data digital seperti Secure Digital (SD) Card, MultiMediaCard (MMC), Reduced-Size Multimedia Card (RS-MMC), Memory Stick (MS), Memory Stick PR (MS PRO), xD-Picture Card (xD), serta penyimpan data yang menggunakan adaptor miniSD, microSD, Memory Stick Duo, Memory Stick PRO Duo, serta didukung dengan tiga slot USB 2.0.
Dengan dimensi 249x170x29, netbook ini cukup ramping dan mudah ditenteng. Sayang ia hanya dilengkapi dengan baterai 3 cell yang hanya mampu bertahan sekitar tiga jam saja.

Sumber: Republika Online

Categories: Sains n Techno

Bahan Bakar Air, Kenapa Tidak?

17 July 2008 2 comments

Editor : Armen

Bahan Bakar Air, Kenapa Tidak?

Oleh : Dr Kebamoto, Dosen FMIPA-Fisika UI

Diskusi di media massa tentang blue energy tidak berujung pangkal karena kebanyakan ahli menolak sebagai suatu kemungkinan yang patut diterima secara skeptis (baca: tidak menolak ‘mentah-mentah’ atau menerima ‘bulat-bulat’). Lalu belakangan muncul energi brown (media massa nasional) yang menyumirkan pengertian gas hidrogen dan gas brown walaupun keduanya ada kemiripan. Tulisan ini dilanjutkan dengan konsep plasma sebagai benang merah untuk menggabungkan konsep blue energy, energi brown dan bahan bakar air (BBA).

Banyak orang (di USA dan Indonesia) sudah memakai air sebagai BBA untuk mengurangi pemakaian BBM. Alat khusus yang dipakai adalah generator gas brown dan bukan alat elektrolisis air. Elektrolisis air menghasilkan gas hidrogen dan oksigen dan berbeda dengan generator gas brown. Gas hidrogen dari elektrolisis air biayanya mahal karena memakai arus besar untuk menghasilkan gas yang banyak dalam waktu lama. Sedangkan gas brown murah karena hanya memakai arus listrik dari aki mobil untuk membuat ikatan molekul air renggang. Karena berat jenis gas brown rendah, gas brown naik menjadi gelembung seperti air yang sedang mendidih. Mahalnya proses elektrolisis air dapat dilihat dari arus dan waktu. Menurut hukum Faraday, untuk kuat arus 5 A hanya dapat mengurai 18 gram air selama 11 jam sehingga dihasilkan 1,7 gram gas per jam sehingga tidak mampu memasok gas ke mesin secara cepat dalam waktu singkat.

Gas hidrogen dapat meledak (eksplosif) karena tekanannya yang kian membesar ketika dibakar. Sebaliknya gas brown bersifat implosif, tekanan mengecil ketika dibakar. Satu liter air dapat diubah menjadi 1.860 liter gas brown dan jika dibakar dalam ruangan pembakaran mesin, tekanan dan volume turun drastis dalam 44×10-6 detik. Mengecilnya tekanan setelah dibakar dinamai implosif.

Sudah banyak paten dengan berbagai klaim yang dikeluarkan di Amerika untuk peralatan las, ketel uap, heater dan banyak peralatan yang menggunakan energi gas brown. Demikian pula penggunaan gas brown untuk menghemat BBM sudah banyak dipakai terutama di Amerika. Banyak laporan yang mengatakan keuntungan jarak tempuh hingga lebih dari 200%. Walaupun demikian, belum diadopsi produsen kendaraan untuk dipakai secara luas.

Setelah lama riset BBA mandek, Kanzius menemukan bahwa air laut yang diberi medan listrik bolak-balik pada frekuensi radio (RF) dapat dibakar. Nyala api hasil pembakaran gas brown ini mencapai sekitar 1.650 derajat celsius. Bahkan dilaporkan bahwa gas brown dalam alat las dapat melelehkan aluminium, menguapkan wolfram, menghasilkan suhu 6.000 derajat celsius. Suhu yang tinggi ini biasanya hanya terjadi dalam plasma, yaitu campuran muatan positif dan negatif dalam suatu ruangan tertutup layaknya gas dalam silinder. Suhu inti plasma dapat mencapai puluhan ribu derajat celsius, namun di kulit pada dinding wadah lebih rendah yaitu beberapa ratus derajat celsius saja.

Plasma lazimnya dibangkitkan oleh medan listrik baik searah maupun bolak-balik seperti gelombang frekuensi radio, mikro, inframerah dan lain-lain. Yang termasuk dalam kelompok plasma yang dibangkitkan dengan medan listrik adalah lampu TL dari berbagai gas, kilat, dan berbagai peralatan yang memakai prinsip plasma. Meski demikian plasma dapat pula dibangkitkan dengan panas atau pembakaran seperti pada nyala api kompor, dalam ruang pembakaran mesin dan berbagai bentuk tanur pemanas. Dalam konteks mesin kendaraan bermotor, plasma dibangkitkan dengan pembakaran BBM lewat percikan busur api dari busi. Matahari dan bintang adalah bola plasma raksasa yang suhunya di dalam inti plasma mencapai jutaan derajat dan plasma jenis ini dibangkitkan oleh reaksi nuklir, khususnya fusi hidrogen menjadi helium.

Parameter yang terpenting dari plasma adalah bahwa energi panas yang dihasilkan bergantung pada populasi muatan dalam plasma. Semakin besar konsentrasi muatan dalam sebuah plasma maka temperatur plasma semakin tinggi dan menghasilkan energi panas yang besar dalam inti plasma. Dalam konteks gas brown, dapat dikatakan bahwa ketika molekul air yang renggang ini memasuki ruang pembakaran, segera terurai menjadi ion positif, ion negatif dan elektron yang dalam kungkungan silinder saling bercampur dan bertumbukan sehingga menghasilkan panas yang tinggi. Tingginya tekanan di dalam mesin dan bantuan sistem buka tutup pada katup mesin, menyebabkan proses perulangan pembentukan plasma terjadi selama mesin kendaraan hidup.

Singkatnya, penggunaan air sebagai bahan bakar sangat mungkin dengan konsep yang jelas bahwa generator gas brown menghasilkan gas yang terdiri dari molekul air yang ikatannya renggang, masuk dalam ruang pembakaran menjadi plasma untuk menambah konsentrasi muatan dalam plasma yang memberikan panas yang besar kepada mesin. Setelah plasma ini dibuang dari silinder, akan kembali menjadi gas berupa molekul air yang setelah kondensasi kembali menjadi tetesan air.

Kelanjutan dari teknologi plasma sebagai energi, tim riset Toyota sedang meriset penggunaan gas murah sebagai bahan bakar yang “dibakar” dengan plasma. Bahkan sebelum riset ini mature (matang), Prof Kanarev dari The Kuban State Agrarian University, Department of Theoretical Mechanics, Krasnodar, Rusia, telah berhasil mematenkan plasma air. Riset di MIT dan berbagai universitas di Eropa telah diarahkan juga untuk menyempurnakan penggunaan air sebagai BBA di samping aplikasi lainnya melalui teknologi plasma. Ini menandakan bahwa BBA akan menjadi bahan bakar secara luas beberapa tahun mendatang. Yang masih perlu diteliti dalam pemanfaatan plasma adalah suhu dan kecepatan putaran mesin berapa injeksi gas brown dimulai dan diakhiri, berapa volume gas brown yang diizinkan masuk dalam mesin agar plasma yang terbentuk dari pembakaran awal dengan BBM tidak redup, otomatisasi elektrik sehingga terjadi komunikasi antara keadaan di ruang pembakaran dan generator gas brown juga sangat penting untuk melindungi mobil agar tidak tersedak-sedak.

Penggunaan BBA secara langsung tanpa pemanasan awal dengan BBM menunggu perkembangan teknologi material dalam menghasilkan power supply dengan tegangan tinggi untuk menyundut plasma air serta isolator listrik untuk melindungi penumpang dari tegangan tinggi dari mesin. Selain itu, kemajuan di bidang material magnet dibutuhkan untuk mengungkung plasma agar terkonsentrasi dalam ruang pembakaran agar daya yang dipakai semakin rendah. Jika semua riset di bidang terkait seperti ini mature, mimpi air sebagai BBA secara langsung dapat terwujud.

Konsep blue energy dapat dimengerti lewat konsep plasma dengan BBM sebagai pembakar awal. Campuran BBM dan air mungkin dapat menghidupkan mesin walau air tidak habis seluruhnya. Semoga menjadi inspirasi untuk diskusi lebih lanjut bahkan riset.

Sumber: Media Indonesia Online

Categories: Sains n Techno

Ilmuwan Kembangkan Alat Efisiensi Daya Sinar Matahari

17 July 2008 Leave a comment

Editor : Armen

Ilmuwan Kembangkan Alat Efisiensi Daya Sinar Matahari

WASHINGTON–MI: Dengan menggunakan lembaran kaca yang diselimuti oleh cat organik para ilmuwan telah membuat satu alat kekuatan sinar matahari yang efisien dan praktis yang mereka yakini dapat membuat sumber energi baru yang murah dan sekaligus bersih tanpa polusi.

Para ilmuwan bersemangat untuk mencari alternatif sumber energi baru yang mengunakan sinar matahari sebagai sumber energi pengganti di masa mendatang.

Para ilmuwan menggunakan lembaran gelas kaca yang dilapisi dengan cat organik untuk mengkonsentrasikan sinar matahari di satu bidang tembak.

Cat organik tersebut mengabsorbsi sinar matahari yang terkumpul yang kemudian dipindahkan ke lapisan kaca yang membawa panas sinar matahari hingga ke bagian pinggir lapisan kaca membawa atau memindahkan sinar matahari ke jarak tertentu, demikian dikatakan oleh para peneliti.

Pada bagian tepi lapisan gelas kaca terletak sel-sel sinar matahari yang kemudian mengubah sinar matahari menjadi listrik.

Jadi kami mengerjakannya hanya dengan menggunakan selembar kaca yang dilapisi cat organik diatasnya, kata profesor elektro di MIT, Marc Baldo yang memimpin proyek penelitian tersebut.

Pemikiran dasarnya adalah sinar matahari ditangkap lembaran kaca yang dilapisi cat organik . Cat itu kemudian berpindah ke bidang dipinggrir lembaran kaca . Jadi kami berpendapat dengan menggunakan metode itu kami dapat menggurangi biaya pembuatan listrik dengan menggunakan energi sinar matahari, kata Baldo.

Yang dibutuhkan hanyalah sel-sel sinar matahari yang berpindah ke bagian pinggir lembar kaca , sehingga kita dapat menghemat biaya listrik yang dihasilkan sinar matahari.

Lembar kaca yang digunakan adalah yang rata dan ringan sehingga dapat digunakan dalam panel sinar matahari yang dapat diletakkan di bagian atap atau digunakan sebagai jendela yang dapat membangkitkan tenaga listrik .

Para ilmuwan memperkirakan system yang mereka temukan dapat digunakan masyarakat luas dalam waktu tiga tahun mendatang dan dapat ditambahkan kepada sistem panel solar untuk menambah efisiensi sistem penghasil listrik mengunakan sinar matahari.

Sebagian peneliti MIT kini membentuk perusahaan yang berkantor pusat di Boston untuk mengembangkan pemasaran dan teknologi alat penghasil listrik menggunakan cahaya matahari.

Sumber: Media Indonesia Online

Categories: Sains n Techno

Indonesia Pelajari Energi Etanol dari Brazil

17 July 2008 Leave a comment

Editor : Armen

Indonesia Pelajari Energi Etanol dari Brazil

Jakarta-RoL– Indonesia berniat mempelajari pemakaian energi alternatif berbasis etanol dari Brazil.
Niat itu dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangi oleh Menteri Pertanian Anton Apriyantono dan Menteri Luar Negeri Brazil Celso Amorim di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu.

Penandatanganan nota yang disaksikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Brazil Luiz Inacio Lula Da Silva itu melandasi kesepakatan kedua negara guna bekerjasama di bidang teknik produksi bahan bakar etanol. Dalam konferensi pers yang digelar kedua kepala negara, Presiden Luiz Inacio menyatakan Brazil berhasil mengatasi krisis energi karena penggunaan energi etanol.

Menurut Luiz, Brazil telah mengembangkan energi bersih berbasis senyawa turunan alkohol itu serta bahan bakar campuran hidroelektrik. Pengembangan energi berbasis etanol juga diikuti oleh industri manufaktur mobil di Brazil, sehingga sebagian besar kendaraan di sana juga menggunakan bahan bakar etanol. Brazil bahkan memiliki institut tersendiri yang khusus mempelajari pengembangan bahan bakar dari etanol.

Negara tropis itu juga telah membangun transmisi antar wilayah guna menyalurkan energi berbasis etanol.
Kita sudah mereformasi bidang energi dan sekarang tidak punya masalah dengan energi, kata Luiz. Presiden Yudhoyono mengatakan Indonesia akan belajar dari kesuksesan Brazil mengatasi krisis energi.

Indonesia, lanjut dia, akan mengirim lebih banyak mahasiswa dalam program beasiswa khusus untuk mempelajari pengembangan energi alternatif berbasis etanol. Dengan senang hati saya juga akan memenuhi undangan Presiden Brazil untuk mengirim tim dlegasi yang kuat menghadiri seminar internasinal tentang bioetanol di Brazil November ini, tuturnya.

Indonesia, lanjut Presiden Yudhoyono, juga akan belajar dari Brazil tentang kesuksesan mereka meningkatkan produksi pangan. Dalam kunjungan kenegaraan selama satu hari, Brazil dan Indonesia juga menyepakati kerjasama di bidang pendidikan serta perjanjian pembebasan visa diplomatik dan paspor dinas.

Selain itu, kedua negara juga bersepakat untuk bekerjasama dalam bidang pertahanan melalui pendidikan, saling kunjung antara perwira militer, serta kerjasama industri pertahanan.
Presiden Yudhoyono dalam konferensi pers mengatakan pada akhir 2008 ia akan memenuhi undangan Presiden Luiz untuk berkunjung ke Brazil.

Untuk menindaklanjuti hubungan bilateral ini ke tingkat yang lebih strategis, ujar Presiden. Pertemuan antara kedua kepala negara di Jakarta merupakan yang ketiga setelah keduanya berbicara di markas besar PBB, New York, pada 2007 dan di pertemuan negara maju (G8) di Hokkaido, Jepang, pekan lalu.

Saya optimistis kerjasama bilateral Indonesia Brazil bisa ditingkatkan karena pandangan yang serupa, kata Presiden Yudhoyono. Selama tiga tahun terakhir, volume perdagangan kedua negara naik 155 persen dengan nilai 1,5 miliar dolar AS pada 2007. Kedua negara telah bersepakat untuk terus meningkatkan volume perdagangan serta membangun kontak antar komunitas bisnis.

Sebagai negara yang sama-sama memiliki hutan tropis luas, Indonesia dan Brazil juga ingin berperan dalam mengatasi pemanasan global tanpa meninggalkan kewajibannya mengolah sumber daya alam untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat masing-masing negara.

Sumber: Republika Online

Categories: Sains n Techno
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.